Bupati Sitaro dan Wakil Tinjau Pasar Ulu, Pastikan Harga dan Stok Pangan Stabil Meski Daya Beli Menurun

Sitaro, 20 Maret 2025 – Di bawah terik matahari, Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Chyntia I. Kalangit, bersama Wakil Bupati Heronimus Makainas melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Ulu, Siau.

Kegiatan ini turut didampingi oleh Kapolres Sitaro, AKBP Irwan Permadi, serta jajaran pemerintah kabupaten.

Sidak tersebut dilakukan guna memastikan kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang bulan Ramadan. Setibanya di pasar, Bupati dan Wakil Bupati langsung mengecek harga bahan pangan esensial seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur.

Baca juga: Kedai Mahoro Resmi Berganti Nama Jadi Sentra Oleh-oleh Sitaro Masadada

Mereka juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan para pedagang, termasuk penjual sayur-mayur, rempah-rempah, ikan, dan daging, guna mendapatkan informasi langsung terkait kondisi perdagangan di pasar tersebut.

Bupati Sitaro dan Wakil Tinjau Pasar Ulu, Pastikan Harga dan Stok Pangan Stabil Meski Daya Beli Menurun
Bupati Chyntia Kalangit saat menyapa dan berbicang dengan pedagang di Pasar Ulu, Siau.

Setelah melakukan pengecekan di pasar, rombongan melanjutkan pemantauan ke sejumlah titik strategis lainnya, termasuk Terminal Ulu, depot Pertamina, serta gudang Bulog yang terletak di depan pelabuhan.

Dari hasil inspeksi, Bupati Chyntia Kalangit memastikan bahwa stok bahan pokok dalam kondisi aman dan harga masih berada dalam batas wajar.

“Harga dan stok bahan pokok masih stabil. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro akan terus melakukan pengawasan guna menjaga agar ketersediaan pangan dan harga tetap terjaga demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Kalangit.

Baca juga: Operasi Ketupat Samrat: 4.156 Personel Dikerahkan Pengamanan Idul Fitri

Bupati Sitaro dan Wakil Tinjau Pasar Ulu, Pastikan Harga dan Stok Pangan Stabil Meski Daya Beli Menurun
Bupati Chyntia Kalangit dan Wakil Heronimus Makainas memantau stok beras di gudang Bulog.

Namun, ia juga menyoroti adanya tren penurunan daya beli masyarakat. Hal ini masih dalam analisis apakah disebabkan oleh faktor bulan puasa atau kondisi ekonomi lainnya.

“Stok pangan aman, tetapi daya beli masyarakat menurun. Ini yang perlu kita kaji lebih lanjut. Yang terpenting, kestabilan harga dan pasokan tetap harus dijaga,” tambahnya.

Dengan adanya sidak ini, diharapkan pemerintah daerah dapat merespons dengan cepat segala potensi permasalahan di sektor pangan, memastikan kelangsungan ekonomi masyarakat, serta menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok. (ly).

Related posts