Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang Myanmar pada Jumat, 28 Maret 2025, dengan dampak besar juga dirasakan di Thailand. Hingga Minggu, jumlah korban tewas mencapai lebih dari 2.000 jiwa, dengan 3.400 orang terluka dan 300 lainnya masih hilang.
Mandalay Paling Parah, Krematorium Kewalahan
Mandalay menjadi kota terdampak terparah, di mana krematorium kewalahan menangani ratusan jenazah yang terus berdatangan. Seorang warga melaporkan bahwa lebih dari 300 jenazah dikremasi pada Sabtu, dan 200 lainnya pada Minggu pagi.
Dampak di Thailand: Puluhan Tewas dan Infrastruktur Rusak
Di Bangkok, 17 orang tewas, 32 luka-luka, dan 83 lainnya masih hilang. Gempa merusak 420 rumah, 48 kuil, 76 rumah sakit, serta sejumlah sekolah dan kantor pemerintah di 18 provinsi. Otoritas Thailand memastikan situasi terkendali dengan penilaian dampak dan evakuasi yang terus berlangsung.
Baca juga: Istana Presiden Dibanjiri Warga, Idulfitri 1446 H Penuh Kehangatan
Solidaritas Internasional dan Bantuan Kemanusiaan
Sejumlah negara dan organisasi internasional menyampaikan belasungkawa serta menawarkan bantuan kemanusiaan:
✅ Malaysia – PM Anwar Ibrahim menyatakan solidaritas ASEAN.
✅ Indonesia – Presiden Prabowo Subianto siap membantu pemulihan.
✅ Australia – Menteri Luar Negeri Penny Wong berkoordinasi untuk bantuan darurat.
✅ India – PM Narendra Modi menegaskan kesiapan membantu Myanmar & Thailand.
✅ PBB – Sekjen Antonio Guterres mengerahkan tim bantuan kemanusiaan.
Dengan jumlah korban diperkirakan terus bertambah hingga 10.000 jiwa, upaya penyelamatan dan pemulihan masih berlangsung intensif di kedua negara terdampak. (ly).